Setidaknya harusnya aku bisa melihat berapa banyak senyum yg sudah diberikan, berapa banyak care yg sudah diberikan percuma, berapa banyak waktu yg dihabiskan, berapa besar pengorbanan, berapa banyak yg ditinggalkan, olehnya.

Tapi tetap sulit. Bukan masalah sabar, tapi mengantisipasi rasa sakit yg selalu muncul ketika dalam kondisi seperti itu, buatku masih sulit.

Kalau seperti ini, rasanya pengen banget curhat tapi nggak ada siapa-siapa untuk diajak cerita. Hanya punya Dia yang Maha Mendengar, Dia tempatku curhat di saat aku tidak punya siapa-siapa untuk bercerita.

Sabar, Allah senantiasa beserta orang-orang yg sabar ^_^